Salah satu wilayah yang dilintasi
gerhana matahari total (GMT) adalah Kota Palu di Sulawesi Tengah, menjadi . Kota ini menjadi serbuan para wisatawan
untuk menikmati fenomena langka tersebut.
Di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, Seperti yang terlihat
ratusan wisatawan tampak memadati
kawasan itu. Mereka datang bersama sama dari bermacam daerah.
Bukan hanya wisatawan dalam negeri, para wisatawan asing juga banyak yang berburu
untuk menikmati gerhana matahari total di Palu. Mereka kebanyakan
membawa tas punggung besar atau tas carrier.
Salah satu wisatawan
asal Jakarta, Risya mengaku sengaja datang berkunjung ke Palu
untuk melihat gerhana matahari total. Ia datang bersama saudaranya
yang juga pecinta astronomi.
"Ini sesuatu yang langka. Mudah-mudahan
nggak sia-sia sudah jauh-jauh ke sini. Mudah-mudahan cuaca bersahabat,"
ucap mahasiswa ini di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, Senin
(7/3/2016).
Risya sengaja memilih Kota Palu untuk menikmati gerhana matahari total
karena waktunya tidak terlalu pagi dibanding kota-kota lain di wilayah
Indonesia barat. Selain itu, menurutnya, kawasan Indonesia timur juga
belum terlalu sering hujan sehingga diharapkan pemandangan gerhana
matahari dapat lebih maksimal.
Membeludaknya wisatawan tersebut
diakui oleh para warga dan pengelola event organizer setempat. Sejak
Minggu (6/3), wisatawan yang datang ke Palu semakin banyak.
"Ramai sekali sekarang. EO banyak kebanjiran order. Hotel-hotel sudah penuh," kata salah seorang warga, John.
Di
Palu, gerhana matahari total akan mulai terlihat pukul 07.27.50 hingga
08.38.46 WITA pada 9 Maret, lusa. Pengamatan akan difokuskan di 2 titik,
yakni di lapangan TVRI Kota Palu dan lapangan Kotapulu, Kecamatan Dolo,
Kabupaten Sigi. Rencananya pengamatan di Kotapulu akan dihadiri Wapres
Jusuf Kalla.
No comments:
Post a Comment